Sejarah

Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong berdiri pada tahun 1982 pada areal seluas 41.974 M2 dengan  luas bangunan 415 M2. Seiring berjalannya waktu, RSUD Cibinong semakin berkembang, hingga perluasan lahan dan pembangunan terus dilakukan. Hingga kini luas areal tanah menjadi 53.170  M2 dengan luas bangunan menjadi   16.023 M2.di tahun 2014. Pada tahun 2016, ada penambahan luas bangunan, dikarenakan ada penambahan gedung baru, sehingga luas Bangunan pada tahun 2016 menjadi 23.000 M2 , pada tahun 2017 ada beberapa gedung baru yang di bangun sehingga luas bagunan pada tahun 2017 menjadi 29.178 M2 luas jalan dan tempat parkir 11.038,00 M2 dan luas taman dan penghijauan ada seluas 21.476,50 M2. Pada tahun 2018 ada penambahan luas tanah, sehingga pada tahun 2018 luas Tanah menjadi 53.174 M2, dan untuk luas Bangunan pun bertambah menjadi 29.743,27 M2.

RSUD Cibinong pada awal berdiri berada dibawah naungan Kepala Kantor Departemen Kesehatan Propinsi Jawa Barat.  Kemudian pada tahun 1986 dilakukan serah terima RSUD Cibinong dari Kakandep Propinsi Jawa Barat kepada Bupati Daerah Tingkat II Kabupaten Bogor.  Serah terima ini tertuang dalam Berita Acara Serah Terima nomor 95/Kanwil/TU/III/86.

Pada tahun 2002 Rumah Sakit Cibinong telah lulus akreditasi dengan status Akreditasi Penuh Tingkat Dasar dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. YM.00.03.2.2.669. Akreditasi mencakup lima jenis pelayanan yang terdiri dari Manajemen Administrasi RS, Pelayanan Medik, Pelayanan Keperawatan, Rekam Medis, dan IGD. Peningkatan kelas rumah sakit Cibinong dari tipe C menjadi tipe B Non Pendidikan terjadi pada tahun 2003 dan dikukuhkan dengan Kepmenkes RI Nomor 1046/Menkes/SK/II/03 dan SK Bupati Bogor Nomor 445/77/Kpts/Huk/2004. Pada tahun 2009 sesuai dengan SK Bupati No. 445/338/Kpts/Huk/2009,  Badan Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong ditetapkan sebagai satuan kerja perangkat daerah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD). Diharapkan dengan menjadi BLUD, RSUD Cibinong dapat meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat.

Operasional pelayanan kesehatan RSUD Cibinong dimulai hanya dengan pelayanan klinik umum pada tahun 1982 dan  pada tahun 1986 pelayanan bertambah dengan 10 tempat tidur untuk pelayanan rawat inap umum.  Dalam perkembangannya hingga kini, RSUD Cibinong memiliki 381 tempat tidur untuk pelayanan rawat inap termasuk ruang perawatan intensive dan perinatologi.  Namun dalam perjalannya waktu ada beberapa ruangan yang dalam perbaikan hingga pada akhir tahun 2018 jumlah tempat tidur di RSUD Cibinong menjadi 400 TT. Pelayanan poliklinik rawat jalan  semakin lengkap, demikian pula dengan pelayanan penunjang.

Pada tanggal 02 Februari 2012 RSUD Cibinong lulus Akreditasi 16 pelayanan dengan status penuh yang terdiri dari Administrasi dan Manajemen, Pelayanan Medis, IGD, Keperawatan, Rekam Medis, Farmasi, K3, Radiologi, Laboratorium, Kamar Operasi, Pengendalian Infeksi RS, Perinatal Resiko Tinggi, Pelayanan Rehabilitasi Medik, Pelayanan Gizi, Pelayanan Intensif dan Pelayanan Darah .

Pada tanggal 05 Desember 2016 RSUD Cibinong dinyatakan Lulus Akreditasi KARS dengan tingkat PARIPURNA. Pada tanggal 03 Desember 2018 RSUD Cibinong melakukan Reakredistasi KARS dengan hasil yang sama yaitu PARIPURNA. Pada 19 Oktober 2018, RSUD Cibinong mendapatkan Sertifikat Rumah Sakit Pendidikan Satelit untuk Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.